Fotografer dokumenter & lanskap

Cahaya, waktu, dan hal-hal yang hampir terlupa.

Saya memotret tempat dan orang yang sedang berubah: pasar yang menua, pesisir yang bergeser, rumah yang ditinggalkan. Setiap foto adalah cara saya memperlambat dunia sebentar.

Berbasis di
Yogyakarta · Surabaya
Berkarya sejak
2014
Medium
Fotografi, cetak pigmen arsip
Naya Laksmi
Gulir untuk masuk

Praktik

Saya memotret tempat dan orang yang sedang berubah: pasar yang menua, pesisir yang bergeser, rumah yang ditinggalkan. Setiap foto adalah cara saya memperlambat dunia sebentar.

— N.L.

Karya terpilih

Sebidang cahaya, tak pernah sama dua kali.

Pasar Subuh

Pasar Subuh

Seri fotografi dokumenter

2024
Garis Pesisir

Garis Pesisir

Fotografi lanskap

2023
Rumah yang Menunggu

Rumah yang Menunggu

Seri cetak edisi terbatas

2024
Dapur Nenek

Dapur Nenek

Fotografi potret

2022
Hujan di Terminal

Hujan di Terminal

Fotografi jalanan

2025
Kebun Terakhir

Kebun Terakhir

Esai foto

2023

Koleksi

Sebagian karya hanya ada sekali.

Setiap cetakan memakai kertas arsip, bernomor, dan disertai sertifikat keaslian bertanda tangan.

Lihat yang tersedia →
Cetak arsip

Prinsip studio

Tiga aturan kerja.

01

Datang pelan-pelan.

Foto terbaik lahir setelah orang berhenti memperhatikan kamera.

02

Cahaya tidak bisa dipaksa.

Saya menunggu, bukan mengatur. Waktu adalah alat utama saya.

03

Cerita lebih penting dari teknik.

Teknik harus menghilang supaya rasa yang tinggal.

Tentang

Tempat dan orang yang sedang berubah.

Saya memotret tempat dan orang yang sedang berubah: pasar yang menua, pesisir yang bergeser, rumah yang ditinggalkan.

Setiap foto adalah cara saya memperlambat dunia sebentar.

Studio
Lapangan
Proses cetak
Berbasis di
Yogyakarta · Surabaya
Berkarya sejak
2014
Medium
Fotografi, cetak pigmen arsip
Fokus
Dokumenter & lanskap

Proses studio

Dari pengamatan ke pameran.

  1. 01

    Mengamati

    Berhari-hari mengunjungi tempat yang sama tanpa memotret, hanya melihat dan mendengar.

  2. 02

    Memotret

    Pagi dan sore, saat cahaya paling jujur. Sedikit bidikan, banyak menunggu.

  3. 03

    Menyunting

    Ratusan foto dikerucutkan menjadi segelintir yang benar-benar bercerita.

  4. 04

    Mencetak

    Karya dicetak dengan kertas arsip, diberi nomor edisi, lalu dikirim atau dipamerkan.

Mulai

Mulai dari satu percakapan.

Membeli cetakan, merencanakan proyek, atau sekadar ingin tahu — kirim pesan ke studio. Tanpa tekanan, hanya balasan sungguhan.

Kirim pesan →

Kata mereka

Apa kata kolektor dan kurator.

“Berdiri di depan foto-fotonya, kita jadi ingat hal-hal kecil yang dulu dianggap biasa.”

Contoh Kurator

Kurator, Galeri Contoh

“Kami membeli satu cetakan dan akhirnya menata ulang seluruh ruang tamu di sekelilingnya.”

Contoh Kolektor

Kolektor pribadi

“Naya tidak pernah memotret untuk pamer. Fotonya selalu tentang orang-orang di depannya.”

Contoh Editor

Editor Majalah Contoh

Pernah tampil & dikoleksi

Berpameran bersama yang baik.

  • 01Galeri Contoh Yogyakarta
  • 02Festival Foto Contoh
  • 03Majalah Lanskap Contoh
  • 04Pameran Bersama Surabaya
  • 05Museum Kota Contoh
  • 06Yayasan Budaya Contoh
  • 07Ruang Seni Contoh
  • 08Penerbit Buku Foto Contoh
  • 09Residensi Pesisir Contoh
  • 10Biennale Kecil Contoh

Pertanyaan

Sebelum memiliki.

Setiap cetakan memakai kertas arsip, bernomor, dan disertai sertifikat keaslian bertanda tangan.

Ya, secara selektif. Kirim ringkasan proyek, tanggal, dan lokasi lewat email atau WhatsApp.

Biasanya dua sampai tiga minggu termasuk pembingkaian, dengan pengemasan khusus karya seni.

Bisa untuk beberapa karya. Hubungi studio untuk pilihan ukuran dan harga.